KMB-USU


 
IndeksPortalPendaftaranLogin
Affiliates
Latest topics
» Job Vacancies
Tue Dec 13, 2011 8:41 am by stevanuscolonne

» kost ternyaman di sekitar usu
Wed Oct 05, 2011 4:49 pm by shenlong

» Алексей Навальный - проект Кремля
Thu Aug 04, 2011 5:14 pm by Tamu

» the benefit of fish oil
Wed Aug 03, 2011 8:50 pm by Tamu

» Is this helpful?
Wed Aug 03, 2011 7:23 pm by Tamu

» hardcore lolicon blowjob
Wed Aug 03, 2011 11:46 am by Tamu

» i have hp photosmart printer, how can i delete everything.....back to the day i bought it .?
Wed Aug 03, 2011 11:23 am by Tamu

» shared
Wed Aug 03, 2011 9:20 am by Tamu

» Warranty
Tue Aug 02, 2011 10:29 pm by Tamu

Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Internet Messenger
Poll
Bagaimana keadaan kelas MPK Agama Buddha yang kalian inginkan?
Digabung semua
76%
 76% [ 71 ]
Dipisahkan menjadi 2
24%
 24% [ 23 ]
Total Suara : 94

Share | 
 

 Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Ratio
Newbie
Newbie


Jumlah posting : 3
Age : 28
Registration date : 18.05.09

PostSubyek: Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung   Tue May 19, 2009 11:11 pm

PART 1
Tai Shang Lao Jun (Laozi) bersabda :
Keberuntungan dan kemalangan tidak datang begitu saja,
manusia sendiri yang mendatangkannya kepada dirinya
sendiri; pembalasan dari perbuatan baik dan jahat,
mengikuti manusia seperti bayangan mengikuti suatu
benda. Ada roh-roh di Surga dan di Bumi yang bertugas
menyelidiki dosa-dosa manusia, yang akan mengurangi
umur mereka menurut berat ringannya kesalahan manusia.
Jika oleh karena dosa-dosanya umurnya dipersingkat,
maka dia akan mengalami kemiskinan dan kesia-siaan,
dan terus-menerus mengalami kemalangan. Setiap orang
akan membencinya; hukuman dan kesedihan akan menyertai
di setiap langkahnya, rejeki dan nasib baik akan
menjauhinya, dan ketika waktunya tiba dia akan mati.
Di samping itu, ada roh-roh di dalam tiga bintang yang
ada di rasi ¡°Kereta Allah¡± yang mencatat dosa-dosa
dan tindak kejahatan manusia di atas Bumi, dan
memotong hari-harinya di dunia, dan juga ada roh-roh
di dalam tubuh setiap orang yang naik ke Surga pada
hari-hari tertentu sekali setiap enam puluh tahun
untuk melaporkan dosa-dosa yang telah dilakukan orang
itu. Dan setiap akhir bulan Roh dari Dewa Dapur juga
melakukan hal yang sama.

Umur semua orang yang telah melakukan dosa-dosa besar
akan dikurangi 12 tahun; umur semua orang yang dosanya
tidak besar hanya dikurangi setahun. Ada beratus-ratus
macam dosa baik yang besar maupun kecil, semua orang
yang ingin berumur panjang harus dengan hati-hati
menghindarinya.

Majulah dalam semua hal yang selaras dengan kebenaran,
bertobatlah dari setiap hal yang bertentangan dengan
kebenaran. Jangan menempuh jalan menyimpang, jangan
pula menipu diri sendiri dengan berbuat jahat pada
saat tidak ada orang yang tahu. Kumpulkan kebaikan
(budi pekerti) dan simpanlah pahala. Perlakukanlah
semuanya dengan lemah lembut dan kasih, setialah,
berbaktilah, hormatilah saudara yang lebih tua dan
berbaik hatilah kepada yang lebih muda. Berusahalah
menjadi orang baik, sehingga anda bisa mengubah orang
lain menjadi baik; peduli terhadap yatim piatu dan
janda, menghormati orang yang lebih tua, melindungi
orang yang lebih muda, jangan melukai mahluk hidup
walaupun itu hanya serangga-serangga kecil, rumput
atau pohon.
Prihatin atas kejahatan orang lain, dan bergembira
atas kebaikan orang lain, bantulah orang yang sedang
sangat butuh pertolongan, selamatkanlah orang yang
berada dalam keadaan bahaya; pada waktu seseorang
mendapat keberuntungan, rasakan seperti
keberuntungannya adalah milikmu; pada waktu seseorang
mendapat kemalangan, rasakan seperti anda mengalaminya
sendiri.
Jangan pernah membeberkan kesalahan atau keburukan
orang lain, atau memamerkan kebaikan diri sendiri,
berhentilah berbuat jahat, dan berusahalah selalu
berbuat baik; jangan serakah, tetapi belajarlah untuk
merasa puas dengan yang sedikit. Waktu dikritik,
jangan timbul rasa marah; jika anda menerima hadiah,
terimalah seperti sedang menolak apa yang layak anda
terima; jadilah orang ramah dan murah hati tanpa
pamrih (tanpa mengharapkan balasan), dan jangan pernah
menyesal atas apa yang telah anda berikan kepada orang
lain.

Inilah nasihat untuk menjadi orang baik, yang akan
dibela Surga, yang akan dihormati, yang akan diiringi
rejeki dan kemuliaan, yang tidak akan disentuh si
jahat, dan akan dilindungi semua roh suci. Semua
keinginan orang demikian akan terwujud, dan dia bisa
punya alasan untuk berharap mendapatkan kehidupan
abadi. Seorang yang ingin memiliki kesucian Surgawi
harus melakukan seribu tigaratus pekerjaan berpahala;
orang yang hanya ingin memiliki kekuatan
gaib/supernatural (memiliki kesucian duniawi?) di
dunia bisa mencapai maksudnya dengan melakukan tiga
ratus perbuatan baik.
Tetapi barang siapapun berbuat bertentangan dengan apa
yang benar dan tidak menerima kebenaran, ahli dalam
melakukan kejahatan dan kekejaman; diam-diam menyakiti
orang baik, mencelakakan (merugikan) atasan dan orang
tuanya, tidak menghormati orang yang lebih tua,
melawan majikan, merusak nama baik sesama teman dengan
kata-kata fitnah, mengatakan tuduhan tidak benar
kepada seseorang, dan terbiasa munafik, mengamati
keburukan keluarga sendiri dan membocorkannya kepada
pihak luar; mudah marah, keras hati, dan tiada rasa
kasih, mudah tersinggung, dan sengaja tidak patuh
(melanggar), menyebut kebaikan sebagai kejahatan dan
menyebut kejahatan sebagai kebaikan, melakukan apa
yang tidak seharusnya dilakukan, dan tidak melakukan
apa yang seharusnya dilakukan, menindas bawahan atau
pengikutnya, mengakui hasil pekerjaan mereka sebagai
miliknya, mempermainkan atasannya; tidak bersyukur
atas kebaikan yang telah diterima, dan mengeluh
terus-menerus dalam kesedihannya, jika sebagai
pejabat, dia mengabaikan kesejahteraan rakyat,
menghasut orang atau melakukan tindakan untuk
memberontak negara, memberi hadiah kepada yang tidak
layak, menghukum orang yang tidak bersalah, menghukum
mati orang demi harta, menghancurkan orang lain demi
kedudukannya, membunuh orang yang sudah menyerah kalah
di dalam perang, merendahkan orang yang jujur serta
menyingkirkan mereka yang bijak; menindas anak yatim
piatu dan kejam terhadap janda, menerima suap untuk
menyimpang dari hukum, menyalahkan apapun yang benar
dan membenarkan apapun yang salah, menganggap
kesalahan kecil sebagai kesalahan besar, tidak
mengasihani orang yang patut dihukum mati tetapi
memperlakukannya dengan lebih kejam, tahu dirinya
salah, tetapi tidak mau bertobat, tahu apa yang baik,
tetapi tidak melakukannya, melemparkan kejahatannya
kepada orang lain, menghalangi tabib/dokter, peramal
bintang, peramal nasib dalam melakukan pekerjaannya,
memaki/mencela orang benar dan suci, dan mengancam
atau menghina orang bijak dan baik; menembak
burung-burung dan memburu binatang, mengusik serangga
yang sedang bertapa dan binatang melata dari liangnya
dan mengejutkan burung yang sedang bersarang, menutup
lubang serangga dan binatang melata dan merusak sarang
burung, melukai janin di dalam kandungan atau
memecahkan telur yang sudah dibuahi; berharap
kemalangan akan menimpa orang lain, mengurangi hak dan
jasa orang lain, menempatkan orang lain dalam bahaya
untuk keselamatan dirinya, mengorbankan orang lain
demi keuntungan diri sendiri, membalas kebaikan dengan
kejahatan, mengorbankan kewajiban pribadi untuk
mencampuri kepentingan masyarakat, menyembunyikan
(melupakan) kebaikan orang lain, mentertawakan cacad
tubuh orang, mengintip urusan pribadi orang,
menghambur-hamburkan milik orang, merusak hubungan
antar saudara sedarah, mencoba memisahkan orang dari
apa yang mereka cintai, menganjurkan orang untuk
melakukan dosa, menyombongkan diri atas pengaruh dan
kekuasaannya, mempermalukan orang demi keuntungan diri
sendiri, merusak tanaman pangan, dan merusak
perkawinan yang sah; membanggakan diri atas hasil yang
diperoleh dengan cara yang salah, bersembunyi tanpa
rasa malu akibat perbuatan jahatnya, meminta hadiah
atas kebaikan yang tidak pernah dilakukan, tidak
mengakui perbuatan jelek yang telah dilakukannya,
menimpakan kemalangan kepada orang dengan maksud
jahat, mengejar reputasi buruk, menyembunyikan rencana
jahat di dalam hatinya, menutupi sisi baik orang lain
dan memendam kejahatan di dalam dirinya, memanfaatkan
kekuasaannya untuk menyakiti dan terus-menerus
menyusahkan orang di sekitarnya, kejam dalam membunuh
dan melukai; dengan semena-mena memotong apapun
menjadi berkeping-keping dengan gunting, membunuh
binatang dengan semena-mena, membuang biji-bijian,
mengganggu dan mengejutkan orang atau binatang yang
bisu, menghancurkan rumah dan menjarah semua barang
berharga yang ada di dalamnya, membanjiri rumah orang
dengan air atau membakarnya, merusak adat-istiadat
(tata karma) untuk menghalangi orang melakukan
kewajibannya, merusak peralatan sehingga menjadi tidak
berguna, ingin menyingkirkan orang dari kedudukannya
dan kekuasaannya sekaligus membuatnya menjadi
kehilangan semua hartanya, memendam nafsu birahi
dengan berdandan cantik, meminjam uang lalu
mengharapkan kematian orang yang menghutangi, membenci
dan memaki orang lain yang tidak mau memenuhi setiap
permintaannya, menganggap kemalangan orang lain
sebagai akibat dari dosa-dosa mereka sendiri,
mentertawakan kekurangan orang lain, menekan orang
yang berbakat tinggi agar tidak dapat berkembang,
menyakiti orang dengan ilmu hitam atau cara-cara yang
salah, mematikan pohon-pohon dengan racun, menimbulkan
kebencian terhadap para gurunya, melawan orang-tua dan
kakak-kakaknya, mengambil milik orang lain dengan
kekuasaan atau paksa, atau bersikeras agar itu
diberikan kepadanya; mendapatkan kekayaan dengan cara
merampok dan mengancam, mengejar kedudukan dengan cara
yang memalukan dan sembunyi-sembunyi, tidak adil dalam
memberi hadiah dan hukuman, sangat suka
bermalas-malasan dan bersenang-senang, menakut-nakuti
dan sewenang-wenang terhadap bawahan, menyalahkan
Surga dan meremehkan (tidak menghargai) orang,
menyalahkan angin dan mengutuk hujan atas kemalangan
yang menimpa, sangat ingin menuntut orang di hadapan
hukum, bersekongkol dengan orang jahat, menuruti
kata-kata istrinya yang salah tetapi mengabaikan
anjuran yang tulus dari orang tuanya, menyingkirkan
kawan lama dan mengganti dengan kawan baru,
berkata-kata baik namun hatinya penuh kejahatan,
serakah dalam mencari keuntungan, menipu dan dengki
kepada atasannya, mencelakakan orang dengan dusta,
mengkritik orang lalu ¡­.., memaki dewa-dewa dan
berpura-pura sebagai orang alim, melawan peraturan
yang sudah baku dan benar, menelantarkan anak sendiri
dan mencurahkan semua perhatiannya kepada hal-hal
lain yang tidak berhubungan dengan anaknya, memanggil
Surga dan Bumi untuk menyaksikan hal-hal kecil, dan
bersumpah demi dewa-dewa tentang hal-hal rendah dan
tidak layak, jika dia menyesal setelah beramal dan
memberi hadiah, meminjam tidak mau mengembalikannya
lagi, mencampuri dan merusak apa yang di luar
wewenangnya, melampiaskan semua beban dalam nafsu
birahi, berpenampilan baik sedangkan ganas dan kejam
di dalam hatinya, memberi makanan basi kepada orang,
menggiring orang menuju kesulitan dengan cara licik,
mengurangi takaran dan mengurangi berat timbangan
dalam berdagang, memalsukan barang baik dengan barang
bermutu rendah, mengumpulkan kekayaan dengan cara
kotor, memaksa orang baik untuk melakukan kejahatan,
menghina dan menyesatkan orang yang tidak tahu
masalahnya; sangat serakah dalam mencari harta,
merancang orang agar jatuh dalam kesulitan, atau
melakukan perbuatan jelek pada waktu mabuk,
bersengketa atau bertengkar dengan darah dagingnya
sendiri, sebagai suami tidak setia atau jahat, sebagai
istri tidak lemah-lembut ataupun patuh, tidak mau
mengalah terhadap istri, istri tidak menghormati
suami; terbiasa menonjolkan kelebihannya, dan selalu
dengki terhadap kemujuran orang lain; memperlakukan
istri dan anak dengan tidak baik, atau sebagai istri
tidak sopan terhadap mertuanya, tidak menghormati batu
nisan kuburan orang, tidak mendengar dan mematuhi
perintah atasannya, menyibukkan diri dalam hal-hal
yang tidak berguna, bertindak dengan tidak tulus dan
jujur kepada orang lain, mengeluarkan kata-kata
kutukan terhadap diri-sendiri atau temannya,
menimbulkan kebencian yang tak beralasan dan
perpecahan yang tidak seharusnya, tidak berjalan
mengitari sumur dan perapian untuk menghormati dewa
yang bersemayam di situ tetapi melangkah tepat di
atasnya, melompat di atas mayat atau orang yang
tergeletak di jalannya, melukai anak-anaknya atau
menggugurkan janin dalam kandungan; terlibat dalam
ajaran atau praktek rahasia, bernyanyi dan berdansa
pada malam yang tak berbulan atau di hari besar pada
bulan terakhir di tahun itu, menangis atau marah di
waktu pagi mulai merekah pada hari pertama suatu
bulan, meludah, mengangkat hidung, mengenduskan hidung
ke arah utara di mana dewa-dewa bersemayam,
menggumankan ballada, bernyanyi atau menangis di depan
api unggun, menggunakan api dari kompor untuk membakar
dupa, atau memakai bahan bakar kotor untuk memasak,
jika dia tidak menutupi badannya sewaktu bangun di
malam hari, melakukan penghukuman pada delapan hari
besar, meludahi meteor atau bintang jatuh, menunjuk
petir, atau pelangi atau salah satu dari ketiga benda
bercahaya (Matahari, Bulan, bintang), memandang
matahari atau bulan dalam waktu cukup lama, membakar
rumput atau menembaki burung-burung di waktu musim
semi, mengeluarkan kata-kata kutukan ke arah utara,
dengan semena-mena membunuh kura-kura atau menendang
ular, jika seseorang bersalah melakukan salah satu
dari perbuatan jahat ini, maka Tuhan yang berkuasa
atas nasib manusia akan mengurangi umur orang itu
dengan mempertimbangkan menurut besar kecilnya
kesalahan. Apabila waktu nya sudah habis maka dia akan
mati, dan jika ada hukuman apa saja yang belum habis
dijalaninya padahal dia keburu mati, maka anak cucunya
akan kena getahnya.
Barang siapa merampas harta benda orang, perhitungan
dosanya sampai ke anak istrinya dan berlanjut sampai
ke kematian; jika tidak maka mereka akan menanggungnya
dengan kehilangan hartanya karena musibah banjir,
kebakaran, kemalingan, dirampok, kelaparan, terserang
penyakit atau menjadi korban fitnahan sedemikian
sehingga keuntungan yang diperoleh dengan tidak halal
akan habis. Barang siapa membunuh orang secara tidak
sah menurut hukum, maka senjatanya akan berbalik
memburunya, dan akhirnya dia akan tewas terbunuh.
Orang yang mendapatkan kekayaan dengan tidak halal,
bagaikan memakan racun untuk mengisi perut yang lapar,
atau seperti minum anggur beracun untuk menghilangkan
dahaga, bukan saja tidak dapat mengatasi rasa lapar
dan dahaga, bahkan pada akhirnya mendatangkan
kematian.
Jika pikiran baik timbul dalam hati orang, bahkan
meskipun tidak dilaksanakan dia akan ditemani roh-roh
baik, namun jika sebuah pikiran jahat timbul bahkan
meskipun tidak dilaksanakan, maka semua roh-roh jahat
akan mengikutinya. Jika orang yang telah melakukan
perbuatan jelek menjadi sadar kemudian menyesal dan
mengubah diri, menghindari melakukan dosa dan berusaha
menjadi baik dan bijak maka dia pada akhirnya akan
beruntung dan diberkahi, dan kemalangan yang telah
menimpanya akan berubah menjadi keberuntungan.
Demikianlah, semua yang diucapkan orang baik adalah
baik, semua yang mereka lihat adalah baik, semua yang
mereka lakukan adalah baik, setiap hari mereka hidup
dalam tiga jenis kebaikan ini, dan Surga akan
mengirimkan keberuntungan paling lambat dalam tiga
tahun.
Sebaliknya, semua yang diucapkan orang jahat adalah
jahat, semua yang mereka lihat adalah jahat, semua
yang mereka lakukan adalah jahat, setiap hari mereka
hidup dalam tiga jenis kejahatan ini, dan Surga akan
mengirimkan musibah paling lambat dalam tiga tahun.
Kalau demikian halnya, mengapa orang tidak berusaha
untuk berjalan di jalan kebajikan?
Manusia Surgawi yang telah ada pada Permulaan dari
Kesemuanya, berkata sebagai berikut:
Jika seseorang membaca nasihat yang ditawarkan olehNYA
sekali tiap hari, maka dosa-dosanya akan dihapuskan.
Jika dia melaksanakannya selama sebulan, kebahagiaan
dan kekayaan akan terwujud dan diperpanjang. Jika dia
berbuat selaras dengan nasihat ini selama setahun,
maka tujuh generasi leluhurnya akan diijinkan memasuki
Surga. Jika dia tidak pernah menyimpang dari nasihat
ini dan tidak jemu-jemu dalam melakukan perbuatan
baik, maka umurnya akan diperpanjang; Tuhan Semesta
Alam sendiri akan memuliakannya dan namanya akan
terdaftar diantara roh-roh yang beruntung.
Kembali Ke Atas Go down
Ecko
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 197
Age : 26
Lokasi : Medan....
Registration date : 05.01.09

PostSubyek: Re: Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung   Fri Jul 31, 2009 1:13 pm

PART 2

Cara membaca Naskah ini.

Naskah ini mengandung hukum Surgawi yang abadi, maka
tidak boleh dibaca dengan sembarangan, seperti
menganggapnya tidak lebih dari anjuran moral yang
biasa. Orang-orang yang mempelajarinya sebaiknya duduk
tegak dan sopan di ruangan yang sunyi, mereka harus
membuang semua pikiran melantur dan melatih pikiran
hormat, menggunakan hati sepenuhnya untuk menerima
kebenaran itu; sehingga nasihat-nasihat yang tertulis
akan bisa masuk, dan menimbulkan kesadaran. Jika cara
belajar ini secara terus-menerus dilakukan maka semua
pikiran menyimpang akan lenyap dengan sendirinya.

Persyaratan pertama dalam mempelajari buku ini supaya
bermanfaat adalah Kepercayaan penuh tanpa bertanya.
Setelah mempelajari dengan seksama aturan-aturan kuno
tentang benar dan salah dan membandingkannya dengan
aturan-aturan yang dapat diterima pada jaman sekarang,
kami tidak pernah menemukan adanya penyimpangan
sedikitpun antara perbuatan dan pembalasannya. Hanya
saja beberapa pembalasan datang dengan segera,
sedangkan yang lain datang dengan lambat, sehingga
orang tidak dapat melacak hubungan antara perbuatan
dan pembalasannya satu persatu. Orang muda seringkali
sangat tidak patuh, keras kepala, dan berprasangka
sehingga mereka tidak mempercayai kebenaran ini sama
sekali; namun ketika mereka sudah lebih berpengalaman
dan bertambah umur maka mereka secara berangsur-angsur
mengertinya dengan jelas, lalu bertobat dari kebodohan
yang telah dilakukan. Namun pada waktu mereka sudah
tua, dan kebiasaanya makin terbentuk; sewaktu
kehidupannya mulai senja mencoba membuang kejahatan
dan segala perbuatan menyimpang yang telah dilakukan
seumur hidup adalah seperti memadamkan setangki bahan
bakar yang sedang terbakar dengan secangkir air, cara
itu pasti tidak mencukupi. Karena itu, semua orang
yang membaca naskah ini sebaiknya melatih hati yang
percaya; karena jika kepercayaan telah terbentuk maka
sebuah akar kebaikan telah tertanam, selanjutnya akar
baru akan tertanam setelah melatih kepercayaan yang
lebih mendalam. Jika kepercayaan sedikit, maka berkat
akan sedikit, jika besar maka berkatnya akan besar;
sedangkan jika bercampur dengan keraguan maka pada
akhirnya pasti merugikan dan menyakitkan diri sendiri.

Persyaratan kedua adalah Kerajinan dalam membina diri.
Halaman ini ditulis untuk orang yang ingin berumur
panjang. Menjelaskan hukum kebenaran yang
memungkinkan seseorang untuk membebaskan dirinya dari
dunia¡ªhukum bagi semua orang yang masih di dunia,
semua yang mengirimkan akibat dari kebaikan dan
kejahatannya sampai beberapa generasi, semua yang
sudah meninggalkan dunia, dan semua yang kembali ke
dunia dalam bentuk lain setelah mati. Ada orang yang
meninggalkan warisan kebaikan atau kejahatan setelah
mati. Ada yang hartanya penuh dengan emas dan
lumbungnya penuh dengan beras, dan memiliki kekuasaan
dan pengaruh yang tak tertandingi; tapi sewaktu mereka
meninggal maka hasil pekerjaannya akan mengikutinya
tidak ada sedikitpun pahala dan dosanya yang hilang
atau salah tempat. Orang yang bertujuan mendapatkan
hidup abadi harus mulai mengumpulkan kebaikan
tersembunyi. Melakukan kebaikan yang tidak diketahui
siapapun, bermurah hati tanpa mengharapkan balasan,
menyelamatkan orang yang dalam bahaya tanpa mengambil
keuntungan dari ketidakberdayaannya¡ªitulah yang
disebut kebaikan tersembunyi. Bila kebaikan
tersembunyi berlimpah, maka orang itu akan bisa masuk
dalam pemahaman doktrin ini dan mata pemahamannya akan
terbuka, dia akan bisa mendapat hidup abadi di dunia
lain. Dan meskipun orang tidak memikirkan untuk
mendapatkan hidup abadi, apakah kadang-kadang dia
tidak merenungkan hidup dan mati, dan apa yang akan
dialami anak cucunya nanti? Pembaca yang budiman, saya
menganjurkan anda untuk maju dengan teratur, dengan
berani dan sepenuh hatimu dalam hal yang telah saya
utarakan. Ketahuilah bahwa di segala arah, kita
dikelilingi oleh sangat banyak mahluk rohani yang
mencatat semua yang kita kerjakan; karena itu
berjaga-jagalah dan ujilah diri anda setiap saat;
bertindaklah selaras dengan nasihat ini, maka anda
tidak akan pernah gagal melakukan keadilan terhadap
diri sendiri. Namun jika anda tidak bertindak
demikian; jika anda maju sedikit lalu berhenti,
mengerjakan kebaikan sesukanya dan memulai tanpa
kesungguhan hati, menurut perkiraan anda berapa lama
anda akan hidup? Berapa lama waktu yang ada untuk
menumpuk kebaikan tersembunyi?

Persyaratan ketiga adalah Ketetapan Hati dan
Ketabahan. Kebaikan dalam hal kecil menghasilkan
balasan yang cepat; balasan dari kebaikan yang besar
datang dengan perlahan. Tapi balasan yang datang
dengan cepat hanya berupa berkat kecil, balasan yang
datang tertunda adalah sangat besar. Ada orang yang
percaya akan hal ini tetapi sangat sedikit yang
berbuat dengan kesungguhan hati. Mengapa? Karena
setelah mereka berjalan sebentar di jalan kebaikan,
mereka menemui kesulitan dan rintangan; sehingga
menyebabkan mereka kecil hati dan dengan bodoh berkata
bahwa hukum Surgawi sungguh sukar dimengerti; maka
akhirnya mereka mengabaikan semua kemajuan yang telah
mereka buat sejauh ini dan membiarkan
ketidaksabarannya untuk menghalangi mereka meraup
hadiah dari hasil pekerjaan baiknya.

Persyaratan keempat adalah Ketulusan Hati. Semua orang
yang mengabdikan diri untuk melakukan kebaikan kepada
orang lain harus tidak mengenal lelah, jujur, tulus,
sungguh-sungguh dalam melakukannya. Dalam menguji diri
harus jujur dan benar dan menghindari setiap
penyimpangan sendiri. Satu ketetapan hati yang tulus
sudah cukup untuk memastikan adanya bantuan dari
Dewa-dewa di surga dan dunia.

Persyaratan kelima adalah Membagikan Nasihat ini
kepada teman-teman anda. Hubungan antara perbuatan dan
akibatnya adalah misteri hukum Tuhan Sendiri,
--peraturan yang tak berubah yang diucapkan oleh Hakim
Dunia yang Tak Terlihat. Penulis tidak perlu
menyebutkan namanya. Tujuannya menulis bukan untuk
mencari balasan dan pujian. Tidak juga supaya penjual
buku mendapatkan untung dengan menjual hasil pekerjaan
ini. Penulis tidak akan berani menggunakan kebaikan
untuk mencari keuntungan. Di manapun buku ini
ditemukan, maka akan ada satu akar dimana kebaikan
bisa tumbuh; jika seseorang menyembunyikannya dan
mencegah peredarannya secara gratis maka dia tidak
akan menerima imbalan. Jika seseorang menunjukkannya
kepada satu orang saja maka dia berhak atas sepuluh
perbuatan baik, jika dia menunjukkannya kepada sepuluh
orang maka dia berhak seratus. Jika dia
membagi-bagikannya kepada para orang besar dan mulia,
para pemimpin dan para penguasa maka dia berhak akan
seribu perbuatan baik. Jika dia mengucapkannya setiap
ada kesempatan, dan mengingat ajarannya setiap ada
kesempatan untuk melakukannya sedemikian sehingga pada
akhirnya tak ada seorangpun di dunia yang tidak pernah
mendengarnya dan berkesempatan untuk dipengaruhi
olehnya, diubahnya dan dibimbing menuju hidup baru,
maka pahala dan kebahagiaan orang semacam itu tidak
terkirakan. Sungguh, apakah ada batasan bagi berkat
untuk mendatangi orang yang kebaikannya tanpa pamrih?
Kembali Ke Atas Go down
Ecko
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 197
Age : 26
Lokasi : Medan....
Registration date : 05.01.09

PostSubyek: Re: Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung   Fri Jul 31, 2009 1:14 pm

PART 3

Bukti istimewa tentang hal-hal yang telah disebutkan
di atas.

Ketika seorang penduduk Ch¡¯ien-tang bernama Wang Yuen
masih kanak-kanak, dia menemukan Buku Tai Shang Gan
Ying Bian dan sangat senang mempelajarinya. Dan tidak
hanya itu saja, dia mengikuti semua ajaran yang ada di
dalamnya dengan sangat hormat dan hati-hati. Karena
ayahnya, Ching Hsu, telah meninggal sebelum
menyelesaikan niatnya untuk membuat salinan
selebihnya, maka dengan uang sendiri dia membiayai
pekerjaan ini. Dengan berbagai cara dia berusaha
mendapatkan dukungan keuangan dari orang lain yang
layak. Dia mencetak dan membagi-bagikan sepuluh ribu
salinan. Pada suatu malam dia bermimpi ayahnya
menampakkan diri dan berkata,¡±Kamu tidak hanya
melakukan rencanaku secara lengkap tetapi kamu juga
berhasil mendapatkan bantuan orang lain demi kebaikan
ini. Hasilnya, saya telah naik ke Ruangan yang maha
luas di Surga; ibumu akan diberkati dengan umur
panjang; sedangkan namamu sendiri dan nama-nama
pembantumu terdaftar dalam daftar orang baik.¡±

Seorang penduduk Huei-chou bernama Wu Ta-tso belum
mendapatkan seorang anak laki-laki. Dia sudah berdoa
di berbagai kuil/wihara dan mencoba berbagai cara
tanpa mendapatkan hasil. Tetapi pada suatu hari
seorang temannya mengirimkan sebuah salinan Buku Tai
Shang Gan Ying Bian sambil berkata,¡±Buku ini berisi
rahasia untuk mendapatkan anak dan memperoleh
kebahagiaan.¡± Wu menyembah sampai ke tanah dan
menerima pemberian itu. Kemudian dia mempelajari buku
itu dengan sepenuh jiwa raganya. Kapanpun dia bisa
melakukan perbuatan baik dia melakukannya, dan dia
menjauhi setiap kejahatan yang harus dihindarinya;
tidak lama kemudian dia telah menjadi ayah dari tiga
anak.Karena dia yakin akan bukti gaib (supra natural)
dari kebenaran buku ini maka dia menyalin beberapa
buah dengan biaya sendiri sambil menceritakan
pengalaman pribadinya. Kejadian ini terjadi pada waktu
T¡¯ien Ch¡¯i berkuasa di jaman Dinasti Ming.

Yang Shou-yeh, seorang penduduk Ho-chien Fu, belum
mempunyai anak laki-laki pada umur enam puluh. Hal ini
sangat menyedihkannya, maka sewaktu menemukan Buku Tai
Shang Gan Ying Bian dia memutuskan mengikuti
perintah-perintah buku ini dengan sungguh-sungguh.
Pada masa pemerintahan Wang Li dia jatuh sakit,
meninggal dan hidup kembali; selanjutnya dia berkata
kepada kerabatnya, ¡±Aku baru saja berada di Kerajaan
Kegelapan, di mana aku melihat seorang petugas
memegang sebuah daftar nama yang salah satunya adalah
namaku. Dia berkata bahwa asalnya aku sudah
ditakdirkan tidak punya anak; tetapi setelah melihat
bahwa aku dengan rendah hati berusaha melaksanakan
nasihat-nasihat dari Buku ini, maka aku akan diberi
tambahan umur dan kemuliaan. Di samping itu aku juga
akan mendapat seorang anak laki-laki.¡± Dan pada tahun
berikutnya seorang anak laki-laki terlahir untuknya.

Wang Chu, seorang penduduk Hsien-chu Hsien sangat
sedih karena anak laki-lakinya yang bernama Wang Tsing
jatuh sakit lalu meninggal pada waktu berumur empat
tahun. Dalam pada itu Wang Chu memutuskan untuk
mencetak beberapa salinan Buku Tai Shang Gan Ying Bian
lalu membagi-bagikannya kepada orang dengan tujuan
mengembalikan anaknya yang hilang ke kandungan ibunya
lagi. Setelah beberapa waktu berlalu, istrinya merasa
tergerak dan pada suatu malam dia bermimpi mengunjungi
Kuil Ting-kuang di Huang-yen Hsien, ketika pulang dia
membawa anak kecil dalam pelukannya. Ketika dia bangun
dia merasakan gerakan di dalam kandungannya dan dia
segera melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat
mirip anaknya yang telah hilang. Kenyataannya tubuh
yang sama telah lahir untuk kedua kalinya; tulang dan
daging benar-benar dikembalikan untuk kedua kalinya!.

Ching Yung-pao seorang penduduk Chieh-hsin Hsien telah
berumur lima puluh lima tahun tanpa mempunyai anak
laki-laki. Dia berdoa dengan khusyuk kepada Surga yang
Tinggi untuk meminta satu orang anak saja sehingga ada
orang yang memberikan pengorbanan kepada almarhum
ayahnya dan dia sendiri setelah meninggal; dia
berjanji untuk menerbitkan seratus salinan Buku Tai
Shang Gan Ying Bian lalu membagi-bagikannya ke luar
kampung halamannya, dan seterusnya berjalan dengan
rendah hati menurut ajaran Buku ini untuk bersyukur
atas pengampunan yang dimintanya. Ajaib, seorang anak
terlahir baginya ketika dia berumur limapuluh-lima
tahun.

Seorang pejabat Kuang-chou di Szechuen yang bernama Li
Ch¡¯ang-ling sangat terkenal dalam mengubah keputusan
yang tidak adil dan membenarkan orang yang dipenjara
dengan tidak adil. Oleh karena itu namanya sangat
agung; dan terlebih lagi dia menambahkan catatan
penjelasan pada Buku ini untuk membantunya menyebarkan
kaidah-kaidah kebaikan dan mengubah moral rakyat.
Hasilnya ajaran-ajaran buku ini menjadi tersebar dan
dimengerti secara luas, dan Surga menyiramkan
berkat-berkat kepada orang yang telah berperan dalam
menyelesaikan pekerjaan baik ini. Pada akhirnya dia
menjadi Wakil presiden dari Badan Penulisan Sejarah
Kerajaan dan meninggal sebagai Penyimpan Dokumen
Sejarah yang Rahasia.

Cheng Ts¡¯ing-chih seorang penduduk asli negeri Yueh,
telah membuat satu salinan buku ini dan
menghadiahkannya kepada Li Tsung yang kemudian menjadi
Raja Sung. Setelah Li Tsung menjadi Raja, dia
menghadiahi Ts¡¯ing chih dengan uang dari kantongnya
untuk membayar biaya sebuah edisi baru buku ini;
dengan tangannya sendiri menulis judul ¡°Hindarilah
melakukan setiap jenis kejahatan, berjalanlah dengan
rendah hati di jalan kebaikan/kebenaran¡± Hal ini
sangat memperkokoh penghormatan dunia akan buku ini,
dan Ts;ing-chih naik pangkat ke jabatan Perdana
Menteri dan menjadi salah satu anggota tertinggi di
Dewan Umum Negara. Dia juga dihadiahi tingkatan
Pangeran Kerajaan, dan segera sesudah dia
menyelesaikan penulisan naskah yang memuja dan
mengukuhkan pekerjaan ini, sakit mata aneh yang
dideritanya menjadi sembuh.

Yang Ch¡¯en seorang penduduk asli Huang-yang Hsien
berasal dari keluarga yang sangat miskin. Dia melihat
para tetangga di desanya mencetak banyak salinan Buku
ini dan rindu untuk membantu nereka; namun dia tidak
berdaya melakukannya karena kemiskinannya. Walaupun
demikian dia memotong satu bagian halaman ketujuh-
belas; dan pada suatu malam dia bermimpi melihat satu
roh yang berkata, ¡°Tuan, sebagai hadiah melakukan hal
kecil yang bisa anda lakukan, anda akan berhasil dalam
ujian,¡± dan dia benar-benar lulus ujian Doktoral di
urutan ke tujuh-belas.

Dalam pemerintahan K¡¯ai Hsi pada suatu hari Wang Hsun
seorang Doktor dari Chien-chou dikejar oleh seorang
malaikat milik hakim Dunia yang Tak Terlihat sampai
dia sampai di sebuah gunung dimana terdapat sebuah
Kuil yang sangat agung dan besar. Di pintu masuknya
tertulis ¡°Ruang Puncak Timur yang sangat besar¡±
dengan huruf besar. Di sebelah kanan Kuil ada sebuah
bongkahan batu setinggi hampir satu meter dan terukir
seluruh isi Buku Tai Shang Gan Ying Bian dalam warna
emas. Hsun membaca seluruhnya sekali, dan dalam waktu
sekejap dia dipenuhi dengan rasa hormat dan gembira;
pada saat itu dia mendengar suara sebuah roh berkata
kepadanya, ¡°O Wang Hsun! Sekarang setelah membaca
buku ini, dalam hatimu timbul rasa hormat dan cinta
kepadanya, jika mulai saat ini kamu bisa dengan rendah
hati menjalankan ajaran-ajarannya dan berhenti
membunuh binatang, maka umurmu akan diperpanjang. Pada
saat ini, walaupun sisa umurmu sudah hampir habis,
kamu akan diijinkan kembali ke dunia.

Wang Feng yang keluarganya berpraktek pengobatan di
Jui-an selama beberapa generasi, melaksanakan
ajaran-ajaran ini dengan penuh hormat. Dia juga
mencetak edisi baru buku ini dan membagi-bagikannya
dengan gratis kepada orang lain. Tetapi pada suatu
hari dia sakit keras dan segera dibawa ke oleh
sepasang lectors dari tempat itu. Ketika dia telah
mencapai separuh perjalanannya, dia melihat dua roh di
udara, salah satunya yang memakai jubah kuning
berkata,:Ini Wang Feng yang sudah sangat lama telah
melakukan ajaran Buku Tai Shang Gan Ying Bian dengan
penuh hormat; segera bebaskanlah dia, dan biarkan dia
kembali ke dunia!¡± The lectors menurut; namun Wang
Feng sangat lelah sehingga tidak dapat melangkah, maka
pembantunya harus memapahnya pada waktu kembali. Waktu
itu baru saja tengah malam, dan para temannya dalam
keadaan sangat kebingungan dan tidak berdaya; ketika
tiba-tiba dia terlihat hidup kembali! Kemudian dia
menceritakan pengalaman yang telah ditemuinya,
menyadari dirinya sembuh seluruhnya dan hidup sampai
menjadi orang yang sangat tua.

Fang Shih-k¡¯o seorang penduduk asli Hsing-an sejak
kecil sangat berpenyakitan. Selanjutnya dia mulai
mencari rahasia Taoisme dengan tujuan mendapatkan
rahasia hidup abadi. Pada suatu hari dia tiba di
Gunung bertopi Awan, dia bertemu seseorang yang
berpenampilan aneh yang berkata,¡±Dengan muka seperti
milikmu, bagaimana kamu berharap untuk mendapat berkat
yang kamu cari? Tidak mungkin--kecuali jika kamu
menanam akar kebaikan terlebih dulu.¡± Kemudian
Shih-k¡¯o pulang; dan walaupun dia miskin dia
menemukan cara untuk mencetak satu edisi Buku Tai
Shang Gan Ying Bian dan membagi-bagikan salinannya
kepada teman-temannya. Pada waktu dia telah mencetak
sepuluh halaman, sakitnya sudah setengah sembuh, pada
waktu pekerjaan itu selesai, dia menyadari dirinya
benar-benar sembuh, dan mulai saat itu tubuhnya
menjadi besar dan sangat berbeda dibanding sebelumnya.

Chou Ch¡¯ih dari Sui-ning mempelajari Buku Tai Shang
Gan Ying Bian setiap hari dengan sangat rajin dan
berkeinginan besar agar isinya diketahui orang lain.
Pada hari ke 21 bulan ke dua pada tahun ke 21 dari
Shao-hsing dia tiba-tiba meninggal; namun keesokan
harinya jiwanya kembali lagi. Lalu dia berkata kepada
istrinya,¡±Aku sudah dibawa ke Panggung Penghakiman.
Separuh dari orang di sekitarku adalah orang yang mati
kelaparan di desaku; sehingga aku terkejut dan merasa
sangat takut. Setelah beberapa menit Hakim yang
berwenang memanggil namaku dan berkata,¡±Mulanya
namamu terdaftar dalam nama orang yang ditakdirkan
mati kelaparan. Tetapi kamu selalu menaruh kepercayaan
yang sangat besar pada Buku ini, dan telah melakukan
sekuat tenaga untuk membagi-bagikan ajarannya;
walaupun kamu tidak berhasil melakukan seluruh
perhatianmu dalam hal ini, kamu masih berperan dalam
mengubah banyak orang menjadi baik dan benar, bahkan
sesungguhnya ada beberapa orang dengan perantaraanmu
telah merasakan nikmatnya hidup abadi. Karena itulah
kamu dianggap memiliki semua pahala mereka; pada detik
ini juga kamu dan semua orang itu berada di sini , dan
namamu telah terdaftar dalam Kemuliaan dan Umur
Panjang. Setelah terbebas dari tempat ini, aku bertemu
petugas yang lebih rendah pangkatnya yang berkata
kepadaku dengan tulus,¡±Waktu kamu tiba di Atas Dunia
lagi, sebarkan Buku ini seluas-luasnya. Jika
ajaran-ajarannya diterima dan diikuti dimanapun juga,
maka penduduknya akan terbebas dari kesulitan dan
masalah; sedangkan jika seluruh dunia menerimanya,
maka seluruh ras manusia akan mengalami kemakmuran dan
damai. Pahala dari orang yang menyebarkan buku ini
tidaklah kecil, mereka tidak hanya terbebas dari
bahaya air dan api, tetapi mereka juga akan diberkati
dengan banyak anak laki dan perempuan, dan memastikan
bertambahnya kekayaan, kehormatan dan umur yang sudah
ditakdirkan bagi mereka, jika kamu memperluas pengaruh
dan melaksanakan semua rencana yang kamu usulkan,
maka kamu bisa mencapai kondisi hidup abadi.¡± Mulai
saat itu keberuntungan Chou Ch¡¯ih bertambah dari hari
ke hari, dan dia sering menceritakan pengalaman ini
agar menjadi berkat bagi orang di sekitarnya.

Ketika Chou Ju-teng. Seorang budiman dari Tsung-yueh,
masih muda dia merupakan salah satu dari murid guru
Lung hi. Walaupun dia secara terus menerus
mendengarkan dengan sungguh-sungguh perintah-perintah
dari guru moralnya, namun dia tidak mendapatkan
keuntungan apa-apa; tetapi secara tidak sengaja dia
menemukan Buku ini, dan mulai saat itu menetapkan hati
dan jiwanya untuk berjalan menurut doktrin-doktrin
itu. Di samping itu, dia mengumpulkan semua
komentar-komentar terbaik terhadap tulisan tersebut
dan bukti-bukti dari teori-teori itu, dan
menerbitkannya untuk kebaikan dunia. Banyak orang
dibimbing untuk hidup baik dengan cara ini, dan pada
suatu hari, karena kebajikannya yang besar, orang
budiman itu sendiri menyadari dirinya dikaruniai
kebijaksanaan gaib, sehingga dia seolah-olah bisa
melihat langsung doktrin-doktrin Kong Hu Cu dan Lao
Jun (Lao Zi). Kemudian dia lulus menjadi salah satu
orang terpelajar yg teragung di jaman dinasti Ming.
Sekarang ini, para penganut Kong Hu Cu mempelajari
Kebajikan, penganut Buddha mempelajari Kebuddhaan, dan
penganut Tao mempelajari Hidup Abadi, tetapi sampai
akhir hidupnya mereka tidak pernah sampai pada
pemahaman sepenuhnya akan apa yang sudah
dipelajarinya, dan beberapa orang sudah menyerah di
tengah jalan. Kenapa? Itu karena akar mereka tidak
cukup untuk menghasilkan buah secara matang, dan
karenanya mereka tidak menyebarkan pekerjaan baik.
Chang Tsze berkata, ¡° Orang yang tidak membina diri
dan tidak mengumpulkan kebaikan demi mencari perhatian
orang atau kebaikan tersembunyi, akan sangat dibutakan
oleh roh-roh jahat sedemikian sehingga dia tidak dapat
melihat dengan jelas ke dalam kebenarannya.¡± Buku Tai
Shang Gan Ying Bian harus dipelajari oleh para
penganut Kong Hu Cu, penganut Buddha dan juga penganut
Tao, karena hal itu sudah cukup untuk menyediakan
titik awal dalam perjalanan ke tujuan yang lebih
tinggi.


Catatan:
Naskah ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
dari versi terjemahan bahasa Inggris oleh Frederick
Henry Balford tahun 1884 di Shanghai. Penterjemah
sudah berusaha namun bisa saja terjadi
ketidak-sempurnaan karena kemampuannya yang terbatas.
Walaupun Naskah ini terakhir diperbaharui pada akhir
jaman dinasti Ming (sekitar abad 17) namun Naskah ini
berisi beberapa ajaran yang sudah ada kira-kira 3000
tahun sebelum Masehi. Naskah ini tergolong salah satu
naskah kuno selain Kitab Injil yang paling banyak
diedarkan secara gratis.
Kembali Ke Atas Go down
Ecko
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 197
Age : 26
Lokasi : Medan....
Registration date : 05.01.09

PostSubyek: Re: Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung   Fri Jul 31, 2009 1:16 pm

Bro ratio..postingan anda saya gabung semua agar memudahkan pengguna forum yg lain.. wekk
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung   Today at 2:55 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Read This! (PART 1) ; soly dibagi2 karna postingan gua ga bisa ditampung
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
KMB-USU :: Warung Kopi :: Religius Life-
Navigasi: