KMB-USU


 
IndeksPortalPendaftaranLogin
Affiliates
Latest topics
» Job Vacancies
Tue Dec 13, 2011 8:41 am by stevanuscolonne

» kost ternyaman di sekitar usu
Wed Oct 05, 2011 4:49 pm by shenlong

» Алексей Навальный - проект Кремля
Thu Aug 04, 2011 5:14 pm by Tamu

» the benefit of fish oil
Wed Aug 03, 2011 8:50 pm by Tamu

» Is this helpful?
Wed Aug 03, 2011 7:23 pm by Tamu

» hardcore lolicon blowjob
Wed Aug 03, 2011 11:46 am by Tamu

» i have hp photosmart printer, how can i delete everything.....back to the day i bought it .?
Wed Aug 03, 2011 11:23 am by Tamu

» shared
Wed Aug 03, 2011 9:20 am by Tamu

» Warranty
Tue Aug 02, 2011 10:29 pm by Tamu

Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Internet Messenger
Poll
Bagaimana keadaan kelas MPK Agama Buddha yang kalian inginkan?
Digabung semua
76%
 76% [ 71 ]
Dipisahkan menjadi 2
24%
 24% [ 23 ]
Total Suara : 94

Share | 
 

 pembakaran uang kertas...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
herry_akam
Rank D
Rank D


Jumlah posting : 111
Age : 29
Registration date : 31.12.08

PostSubyek: pembakaran uang kertas...   Sat Jan 03, 2009 11:56 pm

UTIPAN DARI BUKU menguak misteri kematian oleh JAN SANJIVAPUTTA
(untuk lebih lengkap silah kan cari&baca bukunya)
Pembakaran Kertas
Di kalangan orang-orang Cina, ada tradisi pembakaran kertas
berbentuk uang, emas, rumah beserta segala perabotnya,
boneka manusia, binatang peliharaan dan lain-lain dengan
tujuan untuk ‘dikirimkan’ kepada orang yang telah meninggal
dunia. Mengikuti perkembangan teknologi, kini
kertas berbentuk barang-barang elektronik seperti radio, televisi beserta antena parabola dan bahkan pesawat terbang banyak dijumpai. Entah, apakah ada yang pernah mengirimkan komputer lengkap dengan modem untuk melayangkan e-mail serta menjelajahi dunia Internet.
Mereka percaya bahwa kertas-kertas yang dibakar itu secara gaib
akan dapat terwujud di alam tempat kediaman orang yang mati. Ini jelas merupakan suatu kepercayaan yang bersifat kekanak-kanakan (childish),yang menunjukkan betapa rendah pengetahuan serta pengertian mereka atas keadaan alam kehidupan setelah mati. Bagaimana mungkin hanya dengan dibakar semua itu dapat sampai di alam lain? Kalaupun telah sampai, bagaimana mungkin dapat terwujud dan terpakai sebagaimana yang diharapkan? Apakah rumah yang terbuat dari kertas cukup kuat untuk menahan berat badan penghuninya? Mungkinkah rumah tiruan yang terbuat dari kertas dapat berubah menjadi rumah sungguhan di alam sana?
Lembaga keuangan manakah yang mengesahkan uang-uang kertas tersebut?
Adakah pemancar gelombang radio dan televisi? Siapa yang akan
mengemudikan pesawat terbang di sana? Tanpa adanya radar serta
peralatan navigasi lainnya, apakah jalurnya tidak kacau balau hingga menyebabkan tubrukan? Andaikata terjadi kecelakaan, siapa yang akan memberikan pertolongan? Perlukah mengirimkan rumah sakit beserta dokter dan jururawat?
Tradisi pembakaran kertas bercikal-bakal dari kebiasaan keji, kejam dan biadab (barbarous custom) yang pernah dilakukan oleh para pembesar serta penguasa pada zaman lampau. Tidak hanya di Yunani, di Cina juga ada kebiasaan untuk mengurbankan binatang tunggangan dan bahkan budak serta pelayan demi kepentingan orang-orang besar yang mati. Ini telah dijalankan sejak abad kesepuluh Sebelum Masehi. Dalam kasus Duke Muh, misalnya, ada 177 orang manusia dibakar hidup-hidup.
Beberapa rujukan lain dapat dijumpai pada masa kehidupan Khong Hu
Cu (551–478 SM). Menurut catatan perjalanan Marco Polo, dalam upacara pemakaman Möngke Khan –cucu Jenghis Khan, saudara Kubilai Khan–, ada lebih dari 20,000 orang manusia yang dikurbankan demi kaisar Mongolia tersebut. Tak terkecuali binatang-binatang yang dijumpai di sepanjang jalan menuju makam di puncak Gunung Altai, semuanya dibantai secara keji.2
Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, pembantaian
binatang apalagi manusia sebagai kurban upacara kematian lambat
laun jarang dipraktekkan. Namun, mereka tampaknya masih belum begitu bisa menghapuskan tradisi itu secara tuntas sehingga kemudian dibuatlah kertas-kertas tiruan dalam pelbagai wujud sebagaimana yang diinginkan. Meskipun tidak lagi bersifat keji dan melanggar perikemanusiaan seperti zaman dahulu, tradisi pembakaran kertas kiranya perlu segera dihapuskan karena hanya mubazir, memboroskan biaya tanpa manfaat apa pun. Pelestarian tradisi semacam ini justru akan mempertebal ketakhayulan dan menjauhkan diri dari kebijaksanaan. Anggaran untuk ini sebaiknya dialihkan untuk hal-hal yang lebih berguna, misalnya
disumbangkan ke fakir miskin, rumah sakit, dan sebagainya.
Ada yang beralasan bahwa mereka sesungguhnya tahu bahwa
sangatlah muskil kertas-kertas yang dibakar itu dapat sampai di alam tempat kediaman sanak keluarga yang mati. Namun, tradisi ini tetap dilestarikan semata-mata untuk menunjukkan rasa bakti kepada almarhum/ah.
Mereka khawatir, jangan sampai yang mati akan merasa tidak lagi diperhatikan kebutuhan-kebutuhannya. Sesungguhnya, ada banyak cara yang lebih arif untuk membuktikan rasa bakti dalam wujud perbuatan perbuatan yang berguna, misalnya dengan melakukan penyaluran jasa dan sebagainya.
Selain tradisi pembakaran kertas, kebiasaan dalam membakar
barang-barang keperluan sehari-hari yang pernah dipakai oleh orang mati seperti pakaian, sepatu sandal dan sebagainya perlu segera dihapuskan. Alih-alih dibakar secara percuma, alangkah lebih bermanfaat jika semua itu disumbangkan kepada fakir miskin atau mereka yang membutuhkan. Kaum Neanderthal pada zaman batu kuno (Palæolithic

2 Di Jepang, tradisi pembakaran-diri para pelayan mulai menyurut pengaruhnya pada abad ke 14, dan kemudian dilarang oleh Iyeyasu.

Period) juga mengenal tradisi mengubur barang-barang keperluan seharihari
ke dalam makam orang mati; dengan kepercayaan bahwa semua itu
masih dibutuhkan oleh yang mati. Itu adalah suatu kebiasaan manusia kuno yang hidup sekitar 30,000 sampai 100,000 tahun yang lampau, yang masih rendah peradabannya, yang belum begitu mempunyai pengetahuan, penalaran serta pemikiran logis atas keadaan kehidupan setelah mati. Pada zaman modern seperti sekarang ini, kiranya tidak ada alasan sedikit pun untuk melestarikan tradisi semacam itu –kecuali kalau tak merasa malu disebut masih primitif. Ada sementara orang yang berkilah bahwa tradisi pembakaran barang keperluan sehari-hari itu tetap
dijalankan karena takut kalau yang mati takrela barang-barangnya
dipakai orang lain dan akan menagih kembali serta menghantui mereka.
Kalau memang demikian alasannya, mengapa harta peninggalan orang
mati yang bernilai tinggi –misalnya uang, emas, permata dan sebagainya–tidak juga dibakar sekalian tetapi justru sering dijadikan ajang perebutan warisan bagi sanak keluarga yang masih hidup?
Kembali Ke Atas Go down
c_trez
Rank E
Rank E


Jumlah posting : 79
Age : 29
Registration date : 25.01.09

PostSubyek: Re: pembakaran uang kertas...   Sun Jan 25, 2009 1:27 am

betul saya setuju bgt dgn ko herry laughing
bakar kertas cuma kepercayaan ja haha
Kembali Ke Atas Go down
hendi
Newbie
Newbie


Jumlah posting : 2
Age : 26
Registration date : 30.01.09

PostSubyek: Re: pembakaran uang kertas...   Mon Aug 10, 2009 5:22 pm

yg kek gini kan namanya kepercayaan rakyat tuh
Kembali Ke Atas Go down
tedus
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 92
Age : 27
Lokasi : Me&
Registration date : 09.01.09

PostSubyek: Re: pembakaran uang kertas...   Mon Aug 10, 2009 8:37 pm

tepatnya kepercayaan n tradisi rakyat..

smile smile smile
Kembali Ke Atas Go down
DenisuRaito
Rank B (General Poster)
Rank B (General Poster)


Jumlah posting : 422
Age : 26
Lokasi : Medan
Registration date : 27.12.08

PostSubyek: Re: pembakaran uang kertas...   Mon Aug 10, 2009 9:12 pm

Yah!! Namanya jg udah tradisi...hehehe...
Kembali Ke Atas Go down
Ecko
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 197
Age : 26
Lokasi : Medan....
Registration date : 05.01.09

PostSubyek: Re: pembakaran uang kertas...   Mon Aug 10, 2009 11:37 pm

ah ah ah

tradisi yg uda gk cocok perlahan2 harusnya mulai dihapuskan..

ayam dong dibakar..jgan kertas.. laughing laughing
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: pembakaran uang kertas...   Today at 9:11 am

Kembali Ke Atas Go down
 
pembakaran uang kertas...
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
KMB-USU :: Warung Kopi :: Religius Life-
Navigasi: