KMB-USU


 
IndeksPortalPendaftaranLogin
Affiliates
Latest topics
» Job Vacancies
Tue Dec 13, 2011 8:41 am by stevanuscolonne

» kost ternyaman di sekitar usu
Wed Oct 05, 2011 4:49 pm by shenlong

» Алексей Навальный - проект Кремля
Thu Aug 04, 2011 5:14 pm by Tamu

» the benefit of fish oil
Wed Aug 03, 2011 8:50 pm by Tamu

» Is this helpful?
Wed Aug 03, 2011 7:23 pm by Tamu

» hardcore lolicon blowjob
Wed Aug 03, 2011 11:46 am by Tamu

» i have hp photosmart printer, how can i delete everything.....back to the day i bought it .?
Wed Aug 03, 2011 11:23 am by Tamu

» shared
Wed Aug 03, 2011 9:20 am by Tamu

» Warranty
Tue Aug 02, 2011 10:29 pm by Tamu

Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Internet Messenger
Poll
Bagaimana keadaan kelas MPK Agama Buddha yang kalian inginkan?
Digabung semua
76%
 76% [ 71 ]
Dipisahkan menjadi 2
24%
 24% [ 23 ]
Total Suara : 94

Share | 
 

 Anicca

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
concrete
Lord of the Land (Admin)
Lord of the Land (Admin)


Jumlah posting : 190
Age : 26
Registration date : 25.12.08

PostSubyek: Anicca   Sun Apr 05, 2009 9:31 pm

Anicca



Ratiyā jāyatī soko, ratiyā jāyatī bhayaṁ
Ratiyā vippamuttassa, natthi soko kuto bhayaṁ

Dari kemelekatan timbul kesedihan, dari kemelekatan timbul ketakutan; bagi orang yang telah bebas dari kemelekatan, tiada lagi kesedihan maupun ketakutan

(Dhammapada 214)





Bagi orang yang pertama kali belajar agama Buddha, sulit untuk menerima pernyataan Sang Buddha bahwa kehidupan ini adalah penderitaan, kehidupan ini adalah tidak memuaskan, dukkha. Sehingga kemudian, orang menilai bahwa agama Buddha sangat pesimistis, agama Buddha tidak ceria. Sebenarnya, ketika menerangkan fenomena itu, Sang Buddha memberikan penjelasan yang terus terang, blak-blakan, dan tanpa ditutup-tutupi.

Kalau kita mengakui secara jujur, kehidupan sekarang ini bukanlah suatu kenikmatan yang tertinggi. Kehidupan ini bukan suatu puncak, bukan suatu keadaan yang sesuai dengan harapan kita yang sesungguhnya. Kalau kita konsekuen bahwa kehidupan ini adalah kenikmatan tertinggi, maka kehidupan ini adalah memuaskan, sehingga kita tidak perlu berjuang, tidak perlu meningkatkan kesejahteraan hidup, dan kita tidak perlu beragama. Kenyataannya, kita harus terus-menerus berjuang, untuk mewujudkan cita-cita luhur yang ingin kita capai.

Dalam Dhammacakkappavattana Sutta, Saṁyutta Nikāya Sang Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia yang Beliau temukan. Adanya penderitaan merupakan kebenaran mulia yang pertama. Tidak berhenti di situ, Sang Buddha menerangkan kebenaran-kebenaran mulia lainnya, yaitu; sebab dari penderitaan, penderitaan dapat dilenyapkan, dan ada jalan untuk melenyapkan penderitaan. Empat Kebenaran Mulia ini juga dapat diibaratkan dengan identifikasi dan diagnosis suatu penyakit, kesembuhan, dan cara-cara untuk mendapatkan kesembuhan.

Karena manusia tidak suka menderita, sebagian besar manusia menghalangi kesadarannya pada kenyataan penderitaan, sehingga manusia tidak menyadari kondisi yang sebenarnya. Manusia bisa saja berpura-pura bahwa segala sesuatu adalah memuaskan walaupun kenyataannya tidak demikian. Manusia bisa saja menolak untuk memperhatikan penderitaan dengan manyalahgunakan alkohol dan obat-obatan, atau melalui pengaturan jadwal yang ketat sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan refleksi atas dirinya sendiri. Tetapi sampai kapan? Sampai kapan manusia harus lari dari kenyataan penderitaan? Lari dari kenyataan hanya akan menambah masalah baru yang tidak perlu.

Penderitaan itu untuk diatasi, bukan untuk ditakuti ataupun dihindari. Penderitaan juga untuk disadari, dipahami, kemudian diatasi. Satu ilustrasi, kalau kita mengidap penyakit, kita harus mau mengakui bahwa kita sedang sakit. Kita hendaknya mengakui kenyataan itu. Kita harus sadar bahwa demikianlah adanya kehidupan ini sehingga melalui kesadaran adanya penyakit, kita akan mengobatinya melepaskan diri dari jeratannya. Bukan dengan berpura-pura tidak sakit, tidak peduli, sehingga kita menjauhi obat. Akibatnya, penyakit terus menggerogoti kita. Fatal, bukan?

Sang Buddha mengajarkan kita untuk menjadi dewasa dalam menghadapi kehidupan, menghadapi kenyataan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Jangan melekat pada keduanya atau hanyut dalam kesenangan dan penderitaan. Kita diajarkan untuk menjadi dewasa dalam menghadapi perubahan dan tidak mungkin menghentikan perubahan. Kita tidak mungkin menolak perubahan, karena perubahan adalah sifat kehidupan ini. Perubahan adalah corak dasar kehidupan ini.

Ajaran Sang Buddha bukan untuk menghentikan perubahan, tetapi untuk menghentikan penderitaan. Tidak menderita dalam menghadapi perubahan, itulah yang diajarkan Sang Buddha. Kalau suatu ketika kita memiliki kedudukan yang tinggi, maka mau tidak mau kita harus siap turun dari kedudukan itu.

Sayangnya, sekali menjadi pejabat, manusia ingin menduduki jabatan itu selamanya. Mereka yang seperti ini sedang menderita penyakit AIDS (aku ingin di atas selalu). Manusia lupa bahwa kehidupan ini adalah perubahan. Manusia lupa bahwa kehidupan ini tidak kekal, tidak statis, dan dinamis. Demikianlah, orang yang menolak perubahan adalah orang yang paling menderita di dunia ini.

Sang Buddha telah menunjukkan kepada kita bahwa kita mempunyai potensi untuk maju, mempunyai potensi untuk berubah menjadi lebih baik. Bagi mereka yang senang meratapi penderitaannya, tentu saja mereka beranggapan bahwa kesuksesan tidak berada dalam genggamannya. Tetapi, bagi mereka yang sudah terlepas dari pandangan sempit dan telah menggali kemampuan dirinya, maka kesuksesan berada dalam genggamannya. Ia yang menyadari potensi dirinya akan selalu siap menghadapi kehidupan ini. Ia yang mempercayai kemampuannya tidak akan ragu-ragu, tidak akan bimbang dalam menghadapi setiap masalah.
Kembali Ke Atas Go down
Ecko
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 197
Age : 26
Lokasi : Medan....
Registration date : 05.01.09

PostSubyek: Re: Anicca   Fri Jul 31, 2009 1:30 pm

nice post kk.. smile
Kembali Ke Atas Go down
DenisuRaito
Rank B (General Poster)
Rank B (General Poster)


Jumlah posting : 422
Age : 26
Lokasi : Medan
Registration date : 27.12.08

PostSubyek: Re: Anicca   Mon Aug 10, 2009 1:41 pm

Sadhu...Sadhu...Sadhu....
pray
Kembali Ke Atas Go down
c_trez
Rank E
Rank E


Jumlah posting : 79
Age : 29
Registration date : 25.01.09

PostSubyek: Re: Anicca   Mon Sep 21, 2009 10:15 am

Mantap pos nya great great
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Anicca   Today at 2:59 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Anicca
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
KMB-USU :: Warung Kopi :: Religius Life-
Navigasi: